Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Kumpulan Cowok Gangbang dan Pesta Sex
Tradingan.com - Sebuah villa di atas bukit, sungguh fantastis! Ternyata tidak sia-sia juga melewati dua jam perjalanan yang melelahkan itu setelah villa Dito yang nyaman dan tampak asri itu berada di depan mataku, di sebuah daerah perbukitan yang sejuk dan hijau. Jarang-jarang aku punya kesempatan untuk rekreasi seperti saat itu, karena aku memang tidak terlalu menganggapnya sebagai sesuatu yang penting. Lagipula, mana enak rekreasi sendirian, paling tidak aku harus mengajak tiga atau empat orang lagi agar tambah seru, dan itu aku rasa merupakan pekerjaan berat jika harus mempengaruhi teman-temanku yang kusebut sebagai “KCC” alias “kumpulan cowok cuek” itu.
“Villa kamu hebat, Dit!” puji Arya yang berdiri di sebelahku.
Untuk beberapa saat lamanya kami hanya berdiri sambil tertegun memandang bangunan asri di depan kami itu. Sementara itu, Axel masih terdiam, cowok yang satu ini memang lebih banyak diam bahkan boleh dikatakan sangat pendiam, dan mungkin juga itu yang menjadi resepnya kenapa ia sampai jadi buruan cewek-cewek kece di sekolah kami, disamping tentu saja tampangnya yang cute itu.
“Masuk yuk!” ajak Dito sambil menenteng ranselnya dan berjalan menuju villa, melewati hamparan rumput taman yang memenuhi hampir seluruh pekarangan villanya itu. Kami bertiga menyusul Dito di belakang.
“Mas Ferry, jangan kuatir, tempat ini cukup aman dan bebas, paling-paling yang ada di sini hanya Pak Gito, penjaga villa ini,” bisik Dito sambil nyengir di dekat kupingku, aku langsung mengerti apa oleh Dito dimaksud aman tadi.
Arya dan Axel sempat melirik ke arah kami, namun mereka tidak terlalu menanggapi kata-kata Dito barusan, tentu saja mereka sama sekali tidak mengerti. Dan bahkan, pasti tidak akan pernah terpikir di benak mereka berdua, kalau mereka akan kehilangan keperjakaan di villa ini nantinya, semuanya masih menjadi rahasia dan hanya aku dan Dito yang tahu. Dito membuka sendiri pintu villanya itu dengan kunci yang dibawanya dari rumah, tidak tampak wajah Pak Gito di sekitar bangunan itu, barangkali pria itu sedang tidur atau mandi. Pak Gito pun tidak tahu kalau majikan kecilnya akan datang ke villa hari itu, karena memang di sana tidak ada line telepon.
“Di sini ada dua kamar dan satu kamar utama, mendingan kita kumpul saja di kamar utama, cukup luas kok untuk empat atau bahkan sepuluh orang sekalipun. Nanti kita pindahkan kasur dari kamar lainnya kalau tidak cukup,” kata Dito mengkomando. Kamar utama yang dimaksud Dito memang lumayan luas bahkan sangat luas, di samping itu tempatnya nyaman, dengan dua jendela kaca berukuran besar di salah satu dindingnya, di balik jendela kaca itu dibangun kolam ikan kecil dan air mancur, suasananya betul-betul asri dan berhawa sejuk. Kamar itu yang biasanya ditempati orang tua Dito jika mereka sekeluarga menginap di villa itu. Arya langsung membanting badannya ke atas ranjang.
Terkait
“Wah, nyaman yah. Sepertinya aku betah nih!” kata Arya sambil kemudian diikuti oleh gelak tawanya. Ia menarik bantal dan guling yang ada di dekatnya dan langsung mengambil ancang-ancang untuk tidur, seperti biasanya jika pemuda itu bertemu dengan kasur. Jika melihat kasur empuk, Arya memang tak ada bedanya dengan orang yang kehausan di tengah gurun dan kemudian melihat mata air, bernafsu untuk segera menikmatinya. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...